
Sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan transformasi digital di pemerintahan daerah, PKSI FEB UGM mengadakan audiensi dengan Bapak Nezar Patria selaku Wamenkominfo, pada selasa, 10 Juli 2024 di Ruang Rapat Wamen Kominfo Lt. 2, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Audiensi ini membahas rencana pengembangan Instrumen Peratingan Transformasi Digital yang nantinya akan diberi nama Gadjah Mada-Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI), yang diharapkan dapat menjadi alat ukur dalam mengoptimalkan penerapan teknologi digital di berbagai layanan publik dan tata kelola pemerintahan daerah. Dalam audiensi yang dihadiri oleh akademisi dari PKSI FEB UGM yang diwakili oleh Prof. Syaiful Ali, MIS., Ph.D., Ak., CA, Fitri Amalia, S.E., M.Sc., Ph.D dan Naufal Afif S.A., M.Sc. selaku tim pengembangan GM-DTGI dan bapak Nezar Patria dan tim kominfo selaku perwakilan dari kominfo, dibahas secara mendalam berbagai aspek yang akan menjadi indikator dalam penyusunan indeks tersebut. PKSI FEB UGM yang diwakili oleh Prof. Syaiful Ali, memaparkan pentingnya memiliki indeks yang komprehensif untuk memantau kemajuan transformasi digital di pemerintahan daerah. “Indeks ini akan memberikan gambaran jelas tentang kesiapan dan tingkat adopsi teknologi digital di setiap daerah, sehingga dapat menjadi panduan bagi pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Nezar Patria menegaskan bahwa pemerintah siap untuk memberikan dukungan penuh terhadap upaya ini, baik dalam bentuk sumber daya maupun regulasi yang diperlukan untuk memperlancar proses digitalisasi di daerah. “Dengan dukungan dari akademisi, kita dapat memiliki peta jalan yang lebih terstruktur dalam mencapai transformasi digital secara nasional,” katanya. kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi Pengembangan Instrumen Peratingan Tata Kelola Transformasi Digital Pemerintah Daerah Tingkat II disampaikan langsung oleh Ketua Peneliti yaitu Saudara Prof. Syaiful Ali, MIS., Ph.D., Ak., CA. Pemaparan materi dimulai dengan penjelasan latar belakang pengembangan GM-DTGI, tujuan penyusunan indeks, perbedaan GM-DTGI dengan SPBE, metodologi pengembangan indeks, indikator penilaian, dan manfaat hasil peratingan GM-DTGI. Setelah itu, Saudara Prof. Syaiful Ali, MIS., Ph.D., Ak., CA juga memaparkan secara ringkas langkah-langkah pengisian instrumen GM-DTGI. Selanjutnya, Bapak Wamen Kominfo, Bapak Nezar Patria, S.Fil., M.Sc., M.B.A beserta jajarannya dipersilahkan untuk memberikan saran dan masukan terhadap Pengembangan Instrumen Peratingan Tata Kelola Transformasi Digital Pemerintah Daerah Tingkat II.
Audiensi ini menandai langkah awal penting dalam persiapan penyusunan Indeks Transformasi Digital Pemerintah Daerah. Indeks ini diharapkan akan menjadi acuan yang dapat membantu pemerintah daerah di seluruh Indonesia dalam mengevaluasi kemajuan mereka dalam penerapan teknologi digital serta mendorong peningkatan berkelanjutan dalam tata kelola berbasis teknologi.