
Yogyakarta, 8 Februari 2025 – Pusat Kajian Sistem Informasi (PKSI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menyelenggarakan pelatihan bagi para enumerator dalam rangkaian kegiatan GM-DTGI 2025. Pelatihan ini berlangsung di Gedung Learning Center FEB UGM dan dihadiri oleh 15 enumerator terpilih yang telah melalui proses rekrutmen pada awal Februari 2025.
GM-DTGI atau Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur kesiapan serta pelaksanaan tata kelola transformasi digital di Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. GM-DTGI dilakukan setiap tahunnya untuk memastikan perkembangan transformasi digital di tingkat pemerintahan daerah terus terpantau dan terukur. GM-DTGI tahun 2024 sebelumnya telah dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2024 di FEB UGM.
Dalam upaya menghasilkan data yang akurat dan komprehensif, para enumerator memiliki peran penting dalam proses pengumpulan data GM-DTGI tahun 2025 yang proses pengumpulan datanya akan berlangsung dari Februari hingga Maret.

Pelatihan ini dipandu oleh Prof. Syaiful Ali dan Naufal Afif, M.Sc., serta didukung oleh seluruh tim riset GM-DTGI yaitu Nadya Windy Putrie, M.Acc., Harimurti Yogatama Hadipurnomo, M.Sc., Uswatun Khasanah, M.Sc., Sugiarto Mulyawan, M.Sc., Verna Budi Amanda, M.Acc., Muhammad Hassan Fauzi Nugroho S.T., Ninggih Annisa Daniswara, M.Sc., dan Ahmad Naufal Ariansyah, M.Ec.Dev. Sesi pelatihan mencakup pemahaman mendalam mengenai konsep GM-DTGI, metodologi penelitian GM-DTGI, serta prosedur pengumpulan data yang akan dijalankan. Selain itu, para enumerator juga dibekali dengan informasi terkait tugas, hak, kewajiban, serta manfaat yang mereka peroleh dalam proyek ini.

Para enumerator yang terpilih berasal dari kalangan mahasiswa aktif dan alumni FEB UGM, baik dari jenjang S1 maupun S2. Dengan latar belakang akademik yang kuat serta komitmen yang tinggi, mereka diharapkan mampu melaksanakan tugas pengumpulan data dengan penuh tanggung jawab guna menghasilkan indeks GM-DTGI yang valid dan kredibel.
7 Pilar GM-DTGI
GM-DTGI memiliki 7 pilar yaitu:
- Tata Kelola dan Kepemimpinan Pemerintah daerah memiliki visi transformasi digital dengan roadmap yang jelas. Pemda memiliki entitas permanen untuk pengembangan dan implementasi strategi digital. Strategi ini memastikan keberlanjutan inisiatif digital.
- Peraturan dan Kebijakan Pemerintah daerah memiliki kebijakan berbagi data untuk meningkatkan efisiensi dan konektivitas digital. Pemda mendukung teknologi terkini melalui kebijakan dan regulasi tanda tangan digital. Pemda juga memiliki pedoman formal untuk pengadaan TIK.
- Reformasi Administrasi Publik dan Perubahan Manajemen Pemerintah daerah mereformasi administrasi untuk mendukung transformasi digital dan melibatkan pemangku kepentingan dalam kebijakan TIK. Pemda berinvestasi dalam manajemen perubahan, pelatihan pegawai, dan program peningkatan kapasitas legislator. Pemda juga meningkatkan keterampilan staf dan masyarakat dalam literasi data serta kemampuan digital.
- Tata Kelola Data Pemerintah daerah memiliki entitas yang bertanggung jawab atas tata kelola data dan strategi, termasuk Enterprise Architecture. Pemda menerapkan protokol pertukaran data, analisis data, dan kebijakan privasi untuk melindungi masyarakat. Pemda juga menggunakan big data analytics untuk pengambilan keputusan dan memiliki standar data di seluruh instansi.
- Ekosistem Digital Pemerintah daerah memiliki portal layanan publik, pembayaran online, dan standar sistem untuk interoperabilitas. Pemda menstandarisasi API, mengembangkan pedoman TIK, serta memiliki pusat inovasi digital dan pendekatan multi-saluran terintegrasi.
- Desain Platform Berpusat Pada Pengguna Pemerintah daerah mengembangkan strategi digital berpusat pada pengguna dan menyediakan platform umpan balik. Pemda memiliki komite ahli dan badan koordinasi formal untuk proyek TIK. Pemda juga mengukur kepuasan pengguna dan memastikan aksesibilitas layanan digital bagi semua.
- Keamanan Siber dan Privasi Pemerintah daerah memiliki jaringan digital aman dan strategi untuk mengelola risiko keamanan data. Pemda membentuk unit Keamanan Siber dan tim tanggap darurat untuk melindungi aset digital. Pemda juga bekerja sama dengan pemda lain secara regional dan internasional dalam penanggulangan ancaman siber.
Dengan semangat yang tinggi, para enumerator GM-DTGI siap mengemban tugasnya dalam mendukung transformasi digital di pemerintahan daerah. Semoga proses pengumpulan data dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan tata kelola digital di Indonesia.